Ketahanan Informasi, Upaya Melawan Hoax

DINKOMINFO

2019-04-08


Bertajuk 'Ketahanan Informasi, Upaya Melawan Hoax", kegiatan Critical Voice Point (CVP) yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Purworejo pada Senin (25/02), Dinas Komunikasi dan Informatika menghadirkan narasumber dari Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Tema diusung karena melihat pentingnya informasi yang menjadi salah satu aspek dalam menggerakkan kehidupan. Pemerintah bahkan membentuk institusi baru bernama BSSN yang bertugas khusus untuk mempertahankan negara yang berdaulat. CVP dihadiri oleh Bupati dan Wabup Purworejo, Forkopimda, Pperangkat Daerah dan berbagai instansi serta LSM maupun ormas terkait.

Septiaji Eko Nugroho, ST., M.Sc., Presidium Mafindo dalam materinya memaparkan bahwa jelang pelaksanaan pemilu pada April mendatang, Mafindo telah menemukan banyak berita-berita hoax yang beredar di masyarakat. Berdasarkan penemuan Mafindo di tahun 2018, rata-rata 3 berita hoax tersebar dalam satu hari melalui berbagai media mulai dari Facebook, twitter maupun whatsapp. Jelang pemilu, Septiaji menambahkan, masyarakat harus lebih jeli dalam menghadapi penyebaran berita-berita hoax tersebut. Menurutnya, pelaku penyebaran berita hoax tidak hanya dilakukan pada masyarakat kalangan pendidikan rendah, namun juga dapat dari kalangan terpelajar.

Menanggapi hal ini, Agus Bastian, SE,MM menyampaikan bahwa cara menangkal berita hoax terdapat pada pribadi masing-masing. Agus berpesan agar masyarakat harus memeriksa berbagai informasi sebelum menyebarkannya agar tidak terjerat Undang-Undang ITE.

"Membaca boleh tapi mengirim jangan." tutur Bupati.

Bupati berharap masyarakat juga lebih dewasa dalam menggunakan media sosial. Selain itu, perlu adanya edukasi kepada lingkungan terutama pemuka agama maupun tokoh masyarakat. Pemerintah juga berupaya untuk melakukan siskampling digital yang dilaksanakan bersama guna mewujudkan Purworejo Smart City.